Bilhd.com - Siapa yang tak pernah mendengar lagu Ayah ciptaan Rinto Harahap? Saya yakin semua yang membaca tulisan ini pasti pernah mendengarnya. Dan saya rasa sebagian dari pada anda mungkin hafal lirik lagunya. Ayah adalah sosok kepala rumah tangga, ayah adalah figurok yang tidak kalah penting dari ibu, meskipun kadang-kadang keberadaannya terkalahkan oleh keberadaan ibu.

Jika ibu adalah hati dan jiwa sebuah keluarga, maka ayah adalah tubuh yang akan selalu memberikan perlindungan untuk seluruh anggota keluarga terutama anak tercintanya. Seorang ayah memang identik dengan sosok pelindung dan penjaga keutuhan keluarganya.
Di Indonesia sendiri tidak seperti negara-negara lain, tidak ada satu haripun yang didedikasikan untuk mengenang jasa-jasa ayah. Tetapi hal tersebut tentunya tidak dijadikan sebagai penghalang untuk tetap menghargai jasa ayah.
Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menghargai jasa ayah adalah dengan memberikan hadiah untuk ayah tersayang, bisa berupa barang-barang favoritnya ataupun bisa juga dalam bentuk puisi.

Di bawah ini ada beberapa Puisi buat Ayah yang dibuat khusus untuk mengenang kebaikan-kebaikan semua ayah di muka bumi ini, silahkan disimak:
GETAR MALAM RINDUKU
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo
Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentangmu
Puisi-puisi gelap menimangku
Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap
Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku
Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai bhaktiku
Miss u bapak Ngudiraharjo.
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo
Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentangmu
Puisi-puisi gelap menimangku
Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap
Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku
Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai bhaktiku
Miss u bapak Ngudiraharjo.
Oleh Niki Ayu Anggini
Ayah dimana engkau berada
disini aku merindukanmu
menginginkan untuk berjumpa
merindukan akan belaianmu
Kasih sayangmu selalu ku rindu
engkau selalu hadir dimimpi
mimpi yang begitu nyata bagiku
menginginkan engkau untuk kembali
Aku selalu mengharapkan engkau hadir
menemani aku setiap hari
menemani masa pertumbuhanku ini
Aku tumbuh menjadi besar
tanpa engkau disisiku
tanpa engkau yang menemani hari-hariku
Ayah dimana engkau berada
disini aku merindukanmu
menginginkan untuk berjumpa
merindukan akan belaianmu
Kasih sayangmu selalu ku rindu
engkau selalu hadir dimimpi
mimpi yang begitu nyata bagiku
menginginkan engkau untuk kembali
Aku selalu mengharapkan engkau hadir
menemani aku setiap hari
menemani masa pertumbuhanku ini
Aku tumbuh menjadi besar
tanpa engkau disisiku
tanpa engkau yang menemani hari-hariku
Puisi-puisi di atas di buat khusus untuk ayah, ibu memang sosok utama yang harus kita hargai dan sayangi, tetapi bukan berarti kita melupakan jasa-jasa ayah kita, dan tak lupa Semoga Puisi buat Ayah bermanfaat untuk mempererat hubungan anda dengan ayah anda serta bisa membantu anda dalam mencari puisi yang ditujukan untuk ayah anda. Share atau Like jika suka Puisi Buat Ayah di atas.
Baca juga: Contoh Puisi Buat Ibu
Baca juga: Contoh Puisi Buat Ibu




Tidak ada komentar:
Posting Komentar